MENGAPA AKU MENULIS BUKU?
Kenapa aku pingin menjadi penulis ? dalam sebuah artikel yang saya baca, ada 10 alasan kenapa seseorang menulis.
1.Penyambung usia
2.Simpanan ilmu
3.Personal branding
4.Mahkota penulis
5.Cara Belajar
6.Warisan Abadi.
7 Hadiah istimewa
8.Sarana penghasilan
9. Lambang prestise
10.Portofolio
Itu adalah alasan dari artikel yang aku baca. Kalau aku pribadi, punya alasan tersendiri kenapa aku menulis.
Yang pertama karena aku suka baca. Yang kedua, karena dengan menulis, aku bisa bebas mengeksprsekian semua uneg-uneg yang ada di kepala. Menulis adalah sarana transformasi diri dan sesama. Aku ingin karyaku dibaca oleh banyak orang sehingga karya itu bisa memberikan pencerahan atau inspirasi buat banyak orang. Kalaupun tidak mampu menjadi pencerahan atau inspirasi, minimal tulisanku itu bisa menghibur banyak orang. Jawaban yang lain adalah aku ingin seperti tokoh-tokoh yang bukunya sering kubaca. Aku pingin mengabadikan buah karyaku. Apalagi bisa menjadi sebuah buku…..wah tentu akan sangat membanggakan.
Bagiku, profesi seorang penulis adalah profesi yang mulia. Sebelum Johan Gutenberg menemukan mesin cetak, penulis juga sudah ada ditempat yang terhormat. Kita sudah mengenal Homer Aesop, Omar Khayyam dari Persia, dan Dante Aligheri penulis asal Italia yang legendaris itu..Penulis adalah kreator peradaban, Penulis adalah ujung tombak peradaban manusia Alasan lainnya kenapa aku pingin menjadi sorang penulis adalah kepuasan. Bukankah manusia secara naluriah ingin selalu dipuaskan?
Ada pepatah mengatakan Harimau mati meninggalkan belang, Gajah mati meninggalkan gading manusia mati meninggalkan nama.bagiku, manusia mati bukan hanya meninggalkan nama tapi harus meninggalkan karya. Aku ingin menghasilkan sebuah karya dimana karya itu akan terus dikenang meskipun berapa puluh tahun lagi. Anak cucuku pun dapat melihat karyaku dan mereka dapat mengapresiasikannya. Disamping alasan-alasan yang bersifat subyektif seperti itu, dengan menulis juga dapat menghasilkan uang yang tidak sedikit. Banyak pengarang-pengarang top yang bergelimang uang dengan hasil karyanya.
Berapa banyak uang yang dihasilkan JK Rowling dari Harry Potternya? Berapa uang yang didapatkan Kang Abik dari buku Ayat-Ayat Cintanya? Berapa rupiah yang didapatkan Andrea Hirata daari Laskar pelangi, Sang Pemimpi, Edensor dan Maryamah Karpovnya?
Jika menulis dapat menghasilkan sebuah karya yang akan dikenang selamanya serta menghasilkan kepuasan tersendiri dan juga bisa berpeluang menghasilkan uang yang tidak sedikit, kenapa anda tidak menulis?
Saya sudah memulainya.!!
( Y.Benny Indratno, Penulis novel plesetan Kaca mata berlensa Cinta, Opera kampus kaligawe, The Legend of John Kepix )
Kamis, 09 April 2009
Kamis, 21 Agustus 2008

OPERA KAMPUS KALIGAWE
( SEBUAH NOVEL KOCLAK )
Setelah menunggu sekitar 2 tahun, akhirnya terbit juga bukuku yang ke dua. Sebuah novel koclak yang berjudul OPERA KAMPUS KALIGAWE. Aku katakan 2 tahun karena naskah tersebut aku kirimkan ke penerbit Castle books Yogyakarta sekitar tahun 2006. Pada pertengahan tahun itu juga, aku mendapat balasan dari penerbit Castle books kalau naskahku lolos dan akan diterbitkan.
Aku pikir naskah tersebut akan cepet diterbitkan, ternyata tidak. Aku harus menunggu sampai 2 tahun. Kurun waktu yang tidak pendek menurutku. Ini berbeda dengan bukuku yang pertama novel plesetan pertama di Indonesia dengan judul KACA MATA BERLENSA CINTA. Yang hanya butuh waktu 3 bulan saja sejak penerbit Jagad media Inc Yogyakarta menyetujui naskahku.
Tapi tidak mengapa...yang penting sekarang ini buku OPERA KAMPUS KALIGAWE sudah terbit dan siap dibaca dan dinikmati.Saat aku menulis ini, aku baru saja menerima 10 buku dari penerbit.mungkin saja buku ini belum ada di pasaran. Tapi sebentar lagi pasti sudah ada di toko buku.
Konsep dan spirit novel ini adalah bacaan yang koclak ( makanya diberi label novel koclak ), full guyon,penuh canda khas mahasiswa.lumayanlah untuk refresing. Jadi saran saya, segera dapatkan novel koclak OPERA KAMPUS KALIGAWE. Jika anda tidak ingin ketinggalan bagaimana koclaknya novel ini. Cari di Gramedia atau Toga Mas atau di toko buku terdekat. Kalau nggak ada hubungi saya di 08122914971.
( SEBUAH NOVEL KOCLAK )
Setelah menunggu sekitar 2 tahun, akhirnya terbit juga bukuku yang ke dua. Sebuah novel koclak yang berjudul OPERA KAMPUS KALIGAWE. Aku katakan 2 tahun karena naskah tersebut aku kirimkan ke penerbit Castle books Yogyakarta sekitar tahun 2006. Pada pertengahan tahun itu juga, aku mendapat balasan dari penerbit Castle books kalau naskahku lolos dan akan diterbitkan.
Aku pikir naskah tersebut akan cepet diterbitkan, ternyata tidak. Aku harus menunggu sampai 2 tahun. Kurun waktu yang tidak pendek menurutku. Ini berbeda dengan bukuku yang pertama novel plesetan pertama di Indonesia dengan judul KACA MATA BERLENSA CINTA. Yang hanya butuh waktu 3 bulan saja sejak penerbit Jagad media Inc Yogyakarta menyetujui naskahku.
Tapi tidak mengapa...yang penting sekarang ini buku OPERA KAMPUS KALIGAWE sudah terbit dan siap dibaca dan dinikmati.Saat aku menulis ini, aku baru saja menerima 10 buku dari penerbit.mungkin saja buku ini belum ada di pasaran. Tapi sebentar lagi pasti sudah ada di toko buku.
Konsep dan spirit novel ini adalah bacaan yang koclak ( makanya diberi label novel koclak ), full guyon,penuh canda khas mahasiswa.lumayanlah untuk refresing. Jadi saran saya, segera dapatkan novel koclak OPERA KAMPUS KALIGAWE. Jika anda tidak ingin ketinggalan bagaimana koclaknya novel ini. Cari di Gramedia atau Toga Mas atau di toko buku terdekat. Kalau nggak ada hubungi saya di 08122914971.
Selasa, 25 Desember 2007
LAUNCHING NOVEL PLESETAN PERTAMA DI INDONESIA YANG BERJUDUL KACA MATA BERLENSA CINTA
Hari minggu tanggal 23 Desember 2007, bertempat di Gramedia Ambarukmo Plaza Yogyakarta, dalakukan launching buku novel plesetan pertama di Indonesia dengan judul Kaca mata berlensa Cinta. Aku berangkat dari Denmark maksude Ndemak jam 7.30 pagi Hujan deras dan cuaca mendung mengantarkan langkahku menuju kota gudeg Yogyakarta berhati nyam-nyam. Aku berangkat hanya ditemani seorang sopir. Biasane aku stir sendiri tapi kali ini aku pingin membawa teman, soale aku ngantukan. Sayang sekali My Tien bojoku dan Yudhistira serta Nalindra nggak ikut. Sampai di Yogya agak siang karena kami berangkat santai santai saja. Aku di jemput oleh Mas Alfoe Niam Alwie dari penerbit Jagad media inc dan di jamu makan siang pecel Madiun di jalan kaliurang km 11 yang terkenal dan top markotop itu. Sehabis makan siang aku langsung menuju AMPLAZ alias Ambarukmo Plaza karena mas Niam dapat telpon kalau acara sudah dimulai. Sampailah aku disana..wow...Gramedia nya ternyata buessarrr banget. aku koyo wong ndeso yang baru sobo kutho. padahal aslinya ya wong ndeso he..he. Disana aku disambut moderator acara yaitu mas Yoso dan pembicara lain yaitu Mas Eko Bebek dari pabrik ide atau PT Inisti Dwi Eba Arka idea production yang sudah tercemar eh terkenal di ngayogyakarto Hadiningrat. Saat aku datang, panggung lagi diisi salah satu grup musik akustik milik anak-anak sastra UNY Yogya.Ternyata EO dari acara itu memang dari anak-anak sastra UNY. Acara dimulai.. aku ditanya soal bagaimana proses kreatif..idenya dari mana dan lain-lain.. Sambil menjawab pertanyaan aku melihat sekeliling panggung. kursi yang disediakan panitia memang nggak penuh tapi pengunjung yang merubung banyak sekali. Terus terang saja ada perasaan lain saat duduk disitu. rasa bangga, haru dan senang bercampur aduk jadi satu. apalagi melihat banner yang terpampang besar di mana-mana dan buku yang didisplay sedemikian rupa sehingga tampak menyolok, aku betul-betul nggak menyangka...kok bisa-bisanya tulisanku dihargai seperti itu, aku juga ingat buku itu sudah terdisplay di Gramedia Java super mall Semarang dengan gagahnya. Kalau gak ada campur tangan Bose yang diatas nggak mungkinlah semua ini terjadi. matur nuwun Gusti Allah....
Cepat atau lambat, karya-karyaku yang lain akan menyusul. Aku nggak mau hanya ini saja..aku mau menciptakan yang lain yang berguna bagi sesama, entah itu hiburan, tulisan atau apa saja yang penting bisa berguna bagi sesama.
Cepat atau lambat, karya-karyaku yang lain akan menyusul. Aku nggak mau hanya ini saja..aku mau menciptakan yang lain yang berguna bagi sesama, entah itu hiburan, tulisan atau apa saja yang penting bisa berguna bagi sesama.
Sabtu, 15 Desember 2007
SEJENAK BERSAMA DR BEN ( Y.BENNY INDRATNO ), PENULIS NOVEL PLESETAN PERTAMA DI INDONESIA
Tidak banyak penulis novel atau karya sastra di tanah air tercinta ini yang punya profesi sebagai seorang dokter. Apalagi kalau novel yang ditulis adalah sebuah novel plesetan. dr Ben, lengkapnya dr Benny indratno penulis novel plesetan pertama (baca pertamax) di Indonesia yang berjudul KACA MATA BERLENSA CINTA. Kami beruntung bisa menemuinya karena siang itu sebenarnya dr Ben ada acara lain. Tapi Diae masih mau menemui barang sejenak untuk seekedar bertatap muka dan berwawancara. Berikut ini adalah hasil bincang-bincang dengan dokter pengagum Ir Soekarno dan Gus Dur itu disela-sela kesibukannya sebagai Residen Patologi Klinik di Fakultas kedokteran UNDIP/RS dokter Kariadi Semarang. Ayah dua anak Yudhistira dan Nalindra itu nampak santai menceritakan proses kraetifnya, pandangan hidup, obsesi dll. Berbeda dengan foto yang ada di buku dimana dia masih berambut gondhes alias gondrong ndeso, sekarang rambutnya cepak. Beberapa helai nampak sudah berubah warna seiring bertambahnya usia dan mungkin juga beban pikiran he..he... Sesekali dia membetulkan letak kacamatanya yang sudah kurang lebih 6 bulan ini menemaninya membaca tulisan dan menghitung uang hi..hi..
Selamat pagi Mas.
Selamat siang, wong sudah jam 2 begini kok dibilang pagi.
Eh iya Mas, maaf soalnya masih kelihatan pagi. Maklum lagi mendung.Nggak apa-apa kan kalau saya panggil Mas.
Nggak apa-apa. panggil Mas boleh, koh juga boleh meskipun saya bukan cino. asal jangan panggil mbak saja karena saya bukan perempuan. apalagi banci yang sering nongkrong di kampung kali.
Ha..ha...nampaknya mas suka humor ya?"
Humor itu adalah bumbunya orang hidup. Nggak ada humor hidup terasa hambar. Kamu tau nggak humor itu ada 2, humor jinak dan humor ganas..eh salah ding itu tumor ya.
Nah itu kan mulai plesetan
Siapa yang mulai plesetan?"
Lha tadi..Mas kan yang bilang humor jinak dan humor ganas.
O itu plesetan to, tak kira plesetan.
Wah piye to mas..mas..
Ha..ha..
Kami berdua tertawa. Setelah tawanya reda baru saya mulai mengajukan pertanyaan lagi.
Bisa menceritakan bagaimana proses lahirnya buku kaca mata berlensa cinta yang di baptis sebagai novel plesetan pertama di Indonesia?
Lahirnya novel itu normal-normal saja kok..nggak pakai operasi Caesar segala.
Aku serius nih mas..
Aku juga serius. Oke begini ya, novel kacamata berlensa cinta itu sebenarnya aku tulis sudah agak lama. Judul aslinya adalah Cinta pertama tak pernah mati. Cerita itu aku tulis hanya dalam waktu kurang lebih 3 minggu,,,gak ada sebulan ya, sebenarnya buku itu adalah buku kedua saya.
Kalau itu buku kedua, berarti ada buku yang pertama
Ya jelas dong. Buku saya yang pertama judulnya masih dirahasiakan. sudah diterima di sebuah penerbit di Yogya. Tapi belum diterbitkan. Mungkin tahun 2008, nunggu momen yang tepat. Ketika buku pertama saya selesai saya tulis, saya kirim ke penerbit dan langsung diterima. makanya saya bersemangat membuat buku lagi, maka jadilah kaca mata berlensa cinta itu.
Hanya dalam waktu 3 minggu saja buku itu jadi...wah cepaet banget, mas pakai teori apa?
Saya tidak tahu teori menulis
Tapi kok bisa jadi?
Saya tidak tahu, yang saya tahu saya hanya menulis dan menulis saja.
Tapi dalam menulis cerita kan harus ada kerangkan karangan, alur cerita dan lain-lain
Mungkin begitu ya, tapi semua sudah ada disini. ( sambil berkata begitu, dr Ben menunjuk kepalanya.)
Saya sudah baca bukunya beberapa kali Mas, kalau boleh tahu itu pengalaman pribadi mas ya?
Ha..ha..seorang penulis akan menulis apa yang dia tahu. lha apa yang dia tahu itu bisa dari pengalaman pribadi, pengalaman orang lain, membaca, melihat, mendengar dan lain-lain.
Mas belum menjawab pertanyaan saya.
Apa?
Itu tadi, kisah kaca mata berlensa cinta itu apakah pengalaman pribadi mas.
bisa ya bisa tidak. kan aku sudah bilang di atas.
Berarti kalau saya boleh menebak, tokoh Yonas itu adalah Mas sendiri.
Ya terserah kamu saja. kamu pernah baca Lupus nggak? apakah lupus itu mas Hilman yang nulis Lupus?
Mungkin iya mungkin juga tidak mas.
Begitu juga tokoh Yonas.
Kalau tokoh Lisa, apakah dia juga ada Mas?
Tokoh Lisa ada.
Nama aslinya Lisa?
Tidak. Ketika saya menuliskan tokoh Lisa, saya membayanglkan seseorang.tapi yang jelas namanya bukan Lisa
Pasti orangnya cantik ya mas
Yo mesti
Kalau tokoh Dito, apakah dia juga ada.
Iya, dia juga ada.
Apa harapan mas setelah terbitnya buku itu.
Harapan saya ya mestinya banyak yang beli dan dibaca. Kalau ada yang beli berarti kan saya dapat royalti he..he..ini sejujurnya lho apalagi kalau bisa cetak ulang kan lumayan. kalau jawaban yang sok idealis ya supaya buku itu bisa menjadi alternatif hiburan terutama hiburan bacaan
Mas jujur banget jawabannya.
Jujur apa? jujur kacang ijo apa jujur ayam
itu bubur, wah mulai lagi plesetannyaMas, saya mau tanya lagi, boleh kan
Boleh, tanyao sak bosenmu
Mas kan dokter, sekarang ini lagi ambil spesialisasi, bagaimana caranya membagi waktu sehingga bisa menulis buku seperti itu.
Kisah Kaca mata berlensa Cinta dan buku yang sebelumnya saya tulis itu adalah buku yang saya tulis sebelum saya melanjutkan spesialisasi. Kalau sekarang terus terang saya belum bisa menulis lagi karena konsentrasinya bergeser ke pendidikan
Tapi masih punya keinginan buat buku lagi kan Mas?
Ya jelas dong, aku masih punya beberapa draft buku yang siap dikembangkan menjadi sebuah buku yang heboh. kamu tahu, ada kenikmatan tersendiri ketika buku kita dibaca orang lain.Rasanya seperti habis mencetak gol he..he..
Langganan:
Postingan (Atom)