Selasa, 24 April 2012

Mini Album " Journey of Love "



Seperti halnya buku, musik juga abadi
Setelah sekian lama, akhirnya aku berhasil mewujudkan mimpiku yang lain yaitu mengabadikan lagu lagu ciptaanku sendiri dalam sebuah mini album. Aku beruntung bertemu dengan orang yang mau memproduseri mini album yang  di  beri  judul JOURNEY  OF LOVE.
Ada 5 buah lagu hasil ciptaanku yang di aransemen dalam genre music Country dan  Slow Rock (  Rock Ballada.) Ke 5 lagu itu adalah :
1.       1.Disaat senja Usiaku
2.       2.Biarkan aku mencintaimu
3.       3.Ketika dia datang
4.        4.Ibu.
5.       5. Masih mlikmu
Proses recording di lakukan  di Studio musik Strato Semarang . hanya lagu Di saat senja usiaku dilakukan recording di Kenzie Studio Semarang. Untuk proses Mixing dan Mastering, semuanya di lakukan di Studio music Strato. Untuk kualitas recording, Strato adalah salah satu studio terbaik yang ada di semarang , untuk Mini album Journey of love ini, kualitas rekaman di jamin bagus.
Dalam proses mengerjakan lagu lagunya, aku di bantu oleh beberapa teman musisi
Decki Wijaya  arranger music, drummer Ayra Band dan Drummer Blue Savana
Amaraldo ( Dodo ) melodi guitar dari Sunday Sad story band
Anto  Bas, keyboard  dari Sunday sad story band
Untuk lagu DISAAT SENJA USIAKU NANTI, lagu di aransemen oleh Fajar hertanto, dengan melodi guitar oleh Erwin Cobar .
Mini album ini akan menjadi milik anda gratis tis tis sebagai bonus dari buku PELANGI DI LAWANG SEWU

Sabtu, 17 Maret 2012



NATURALISASI PEMAIN ASING

Oleh : Y.Benny Indratno

Tulisan ini di muat di harian Suara Merdeka hari kamis tgl 27 Oktober 2011 di rubrik wacana

Indonesia siap menaturalisasi 6 pemain lagi. Ke 6 pemain itu adalah Tonnie Cusell, Stefano Lilipaly, Johny Rudolf van Beukering dan Sergio van Dijk serta dua pemain asal Nigeria yang saat ini bermain di Liga Indonesia, Greg Nwokolo (Persija) dan Victor Chuckwuekezie Igbonefo (Persipura Jayapura). Sebelumnya Indonesia telah melakukan naturalisasi striker kelahiran Uruguay yaitu Christian “el loco” Gonzales.. Kebijakan naturalisasi sekarang ini jamak dilakukan oleh suatu negara untuk mendongkrak prestasi timnasnya. Bukan hanya negara negara yang miskin prestasinya saja, tapi negara negara yang sudah mapan prestasi sepak bolanya, juga melakukan hal yang sama.

Nah, pertanyaannya sekarang adalah benarkah pemain naturalisasi dapat mendongkrak prestasi sebuah Timnas?. Dalam catatan saya, hanya Singapura lah negara yang benar benar menikmati hasil naturalisasi ketika mereka berhasil menjadi juara AFF. Philipina juga termasuk Negara yang merasakan sisi positif dari naturalisasi, meskipun tidak juara, tapi kehadiran para pemain naturalisasi sangat mendongkrak prestasi Timnas Philipina, dari Negara yang selalu menjadi bulan bulanan di Asia Tenggara, sekarang Philipina menjelma menjadi tim yang diperhitungkan di kawasan Asia Tenggara.Dalam level Dunia, setahu saya belum ada suatu negara yang sukses menjadi juara karena program naturalisasi.

Bagaimana dengan Negara kita?

Program naturalisasi di Negara kita di mulai saat PSSI di pimpin oleh Nurdin Halid, tapi ada kesalaham mendasar dalam program naturalisasi yang dilakukan oleh PSSI, Negara-negara yang melaksanakan program ini, menaturalisasi pemain-pemain asingnya yang telah lama bermain di kompetisi lokal. Kedatangan pemain-pemain tersebut ada yang memang murni direkrut dari klub asal atau ada juga yang memang menjadi imigran sejak lama. Jika seorang pemain berkualitas telah memenuhi batas minimal untuk mendapat paspor sebuah negara, otoritas sepak bola bergerak untuk menawarkan naturalisasi.

Berbeda dengan PSSI yang sibuk mencari pemain ke berbagai penjuru dunia, terutama Belanda, untuk membujuk pemain-pemain berdarah Indonesia menjadi WNI dan memperkuat timnas. Cara ini secara tidak langsung meremehkan talenta-talenta lokal yang jumlahnya jutaan di negeri ini. Bakat-bakat lokal menjadi terbuang karena salah urus atau bahkan tidak adanya motivasi dari PSSI untuk mengembangkan talenta mereka. Memang, ada beberapa pemain asing di kompetisi LSI yang ditawarkan untuk dinaturalisasi. Namun, cara ini bukan menjadi fokus utama naturalisasi.

Program Naturalisasi bukanlah prioritas dalam membangun sebuah timnas. Prioritas utama adalah membuat program pembinaan pemain muda dari berbagai jenjang usia dengan jalan memutar roda kompetisi yang berkesinambungan sesuai dengan jenjang usia. Naturalisasi hanya menjadi pelengkap. Pilihan pemain yang akan di naturalisasi, sebaiknya dibatasi hanya yang bermain di kompetisi divisi teratas Liga Indonesia dan itu pun tidak harus dipaksakan. Jika memang ada pemain asing berkualitas dan telah memenuhi batas minimal untuk menjadi WNI, PSSI dapat bergerak untuk menawarkan naturalisasi. Pemain-pemain asing yang bermain di Indonesia tentu harus diakui kualitasnya tidak lebih baik daripada yang bermain di liga-liga lain yang berada di atas level Indonesia. Artinya, jangan sampai ada kesan program naturalisasi sebagai tempat penampungan pemain-pemain asing yang jasanya tidak atau belum dipakai oleh negara-negara asalnya. Hal ini sesuai dengan tujuan naturalisasi yang hanya sebagai program pelengkap, bukan program utama untuk membangun timnas sehingga pemain-pemain yang dipilih kualitasnya harus di atas rata-rata pemain lokal. Christian “el loco “ Gonzalez dapat dikatakan contoh nyata untuk keberhasilan naturalisasi dengan cara ini.

Saat ini, tercatat ada beberapa nama pemain asing di LSI yang akan dinaturalisasi, seperti Greg Nwokolo atau Victor Igbonefo. Untuk mereka ini, sebaiknya PSSI tetap menaturalisasi mereka. Di sisi lain, PSSI harus menghentikan memburu pemain berdarah Indonesia ke luar negeri.. Akan lebih baik lagi, jika PSSI tetap fokus dengan pembinaan pemain muda sambil melengkapinya dengan membuka peluang para pemain asing berkualitas yang bermain di LSI untuk menjadi WNI. Keputusan apakah mereka akan bermain di timnas atau tidak tentu bukan wewenang pengurus PSSI, melainkan ada di tangan pelatih timnas karena pelatih lebih mengetahui kebutuhan tim secara langsung. Untuk itu Pelatih Timnas pun seharusnya adalah seorang pelatih yang memiliki kualitas yang baik. Roh permainan sepak bola adalah permainan tim. Sebuah tim, tidak bisa hanya mengandalkan satu atau dua orang pemain saja..

Y.Benny Indratno

Dokter Penikmat sepak bola.

Residen Patologi klinik,Fakultas Kedokteran Undip Semarang

Minggu, 27 Desember 2009

Sudah lama

Sudah lama aku gak nulis di blog ini. biasa kesibukan yang jadi alasan.
Di Blog ini aku akan tuliskan bahwa aku sudah menyelesaikan sebuah novel yang aku idam-idamkan sejak lama. Sebuah Dwilogi yang aku tulis dengan gaya berbeda dari novel novel sebelumnya. Novel Dwilogi itu sedang aku timang timang. aku tunggu waktunya yang tepat untuk diterbitkan. mudah-mudahan bisa diterima oleh masyarakat pecinta buku.

Sabtu, 16 Mei 2009

Hari buku Nasional

Hari ini, minggu tanggal 17 mei adalah hari buku( baca ) nasional. selamat bagi para pecinta buku..Aku sendiri mendapat kado yang lumayan yaitu bukuku yang ke 2 yaitu Opera kampus Kaligawe mejeng di harian Suara merdeka edisi minggu tgl 17 mei 2009. Ini yang kedua setelah diulas di Jawa Pos hari senin 8 Desember 2008..
(Y. Benny Indratno, penulis Kaca mata ber lensa cinta, opera kampus kaligaw, The Legend of John Kepix )

Kamis, 09 April 2009

MENGAPA AKU MENULIS BUKU?

Kenapa aku pingin menjadi penulis ? dalam sebuah artikel yang saya baca, ada 10 alasan kenapa seseorang menulis.
1.Penyambung usia
2.Simpanan ilmu
3.Personal branding
4.Mahkota penulis
5.Cara Belajar
6.Warisan Abadi.
7 Hadiah istimewa
8.Sarana penghasilan
9. Lambang prestise
10.Portofolio

Itu adalah alasan dari artikel yang aku baca. Kalau aku pribadi, punya alasan tersendiri kenapa aku menulis.
Yang pertama karena aku suka baca. Yang kedua, karena dengan menulis, aku bisa bebas mengeksprsekian semua uneg-uneg yang ada di kepala. Menulis adalah sarana transformasi diri dan sesama. Aku ingin karyaku dibaca oleh banyak orang sehingga karya itu bisa memberikan pencerahan atau inspirasi buat banyak orang. Kalaupun tidak mampu menjadi pencerahan atau inspirasi, minimal tulisanku itu bisa menghibur banyak orang. Jawaban yang lain adalah aku ingin seperti tokoh-tokoh yang bukunya sering kubaca. Aku pingin mengabadikan buah karyaku. Apalagi bisa menjadi sebuah buku…..wah tentu akan sangat membanggakan.
Bagiku, profesi seorang penulis adalah profesi yang mulia. Sebelum Johan Gutenberg menemukan mesin cetak, penulis juga sudah ada ditempat yang terhormat. Kita sudah mengenal Homer Aesop, Omar Khayyam dari Persia, dan Dante Aligheri penulis asal Italia yang legendaris itu..Penulis adalah kreator peradaban, Penulis adalah ujung tombak peradaban manusia Alasan lainnya kenapa aku pingin menjadi sorang penulis adalah kepuasan. Bukankah manusia secara naluriah ingin selalu dipuaskan?
Ada pepatah mengatakan Harimau mati meninggalkan belang, Gajah mati meninggalkan gading manusia mati meninggalkan nama.bagiku, manusia mati bukan hanya meninggalkan nama tapi harus meninggalkan karya. Aku ingin menghasilkan sebuah karya dimana karya itu akan terus dikenang meskipun berapa puluh tahun lagi. Anak cucuku pun dapat melihat karyaku dan mereka dapat mengapresiasikannya. Disamping alasan-alasan yang bersifat subyektif seperti itu, dengan menulis juga dapat menghasilkan uang yang tidak sedikit. Banyak pengarang-pengarang top yang bergelimang uang dengan hasil karyanya.
Berapa banyak uang yang dihasilkan JK Rowling dari Harry Potternya? Berapa uang yang didapatkan Kang Abik dari buku Ayat-Ayat Cintanya? Berapa rupiah yang didapatkan Andrea Hirata daari Laskar pelangi, Sang Pemimpi, Edensor dan Maryamah Karpovnya?
Jika menulis dapat menghasilkan sebuah karya yang akan dikenang selamanya serta menghasilkan kepuasan tersendiri dan juga bisa berpeluang menghasilkan uang yang tidak sedikit, kenapa anda tidak menulis?
Saya sudah memulainya.!!

( Y.Benny Indratno, Penulis novel plesetan Kaca mata berlensa Cinta, Opera kampus kaligawe, The Legend of John Kepix )

Kamis, 21 Agustus 2008


OPERA KAMPUS KALIGAWE
( SEBUAH NOVEL KOCLAK )


Setelah menunggu sekitar 2 tahun, akhirnya terbit juga bukuku yang ke dua. Sebuah novel koclak yang berjudul OPERA KAMPUS KALIGAWE. Aku katakan 2 tahun karena naskah tersebut aku kirimkan ke penerbit Castle books Yogyakarta sekitar tahun 2006. Pada pertengahan tahun itu juga, aku mendapat balasan dari penerbit Castle books kalau naskahku lolos dan akan diterbitkan.

Aku pikir naskah tersebut akan cepet diterbitkan, ternyata tidak. Aku harus menunggu sampai 2 tahun. Kurun waktu yang tidak pendek menurutku. Ini berbeda dengan bukuku yang pertama novel plesetan pertama di Indonesia dengan judul KACA MATA BERLENSA CINTA. Yang hanya butuh waktu 3 bulan saja sejak penerbit Jagad media Inc Yogyakarta menyetujui naskahku.
Tapi tidak mengapa...yang penting sekarang ini buku OPERA KAMPUS KALIGAWE sudah terbit dan siap dibaca dan dinikmati.Saat aku menulis ini, aku baru saja menerima 10 buku dari penerbit.mungkin saja buku ini belum ada di pasaran. Tapi sebentar lagi pasti sudah ada di toko buku.
Konsep dan spirit novel ini adalah bacaan yang koclak ( makanya diberi label novel koclak ), full guyon,penuh canda khas mahasiswa.lumayanlah untuk refresing. Jadi saran saya, segera dapatkan novel koclak OPERA KAMPUS KALIGAWE. Jika anda tidak ingin ketinggalan bagaimana koclaknya novel ini. Cari di Gramedia atau Toga Mas atau di toko buku terdekat. Kalau nggak ada hubungi saya di 08122914971.

Selasa, 25 Desember 2007

LAUNCHING NOVEL PLESETAN PERTAMA DI INDONESIA YANG BERJUDUL KACA MATA BERLENSA CINTA

Hari minggu tanggal 23 Desember 2007, bertempat di Gramedia Ambarukmo Plaza Yogyakarta, dalakukan launching buku novel plesetan pertama di Indonesia dengan judul Kaca mata berlensa Cinta. Aku berangkat dari Denmark maksude Ndemak jam 7.30 pagi Hujan deras dan cuaca mendung mengantarkan langkahku menuju kota gudeg Yogyakarta berhati nyam-nyam. Aku berangkat hanya ditemani seorang sopir. Biasane aku stir sendiri tapi kali ini aku pingin membawa teman, soale aku ngantukan. Sayang sekali My Tien bojoku dan Yudhistira serta Nalindra nggak ikut. Sampai di Yogya agak siang karena kami berangkat santai santai saja. Aku di jemput oleh Mas Alfoe Niam Alwie dari penerbit Jagad media inc dan di jamu makan siang pecel Madiun di jalan kaliurang km 11 yang terkenal dan top markotop itu. Sehabis makan siang aku langsung menuju AMPLAZ alias Ambarukmo Plaza karena mas Niam dapat telpon kalau acara sudah dimulai. Sampailah aku disana..wow...Gramedia nya ternyata buessarrr banget. aku koyo wong ndeso yang baru sobo kutho. padahal aslinya ya wong ndeso he..he. Disana aku disambut moderator acara yaitu mas Yoso dan pembicara lain yaitu Mas Eko Bebek dari pabrik ide atau PT Inisti Dwi Eba Arka idea production yang sudah tercemar eh terkenal di ngayogyakarto Hadiningrat. Saat aku datang, panggung lagi diisi salah satu grup musik akustik milik anak-anak sastra UNY Yogya.Ternyata EO dari acara itu memang dari anak-anak sastra UNY. Acara dimulai.. aku ditanya soal bagaimana proses kreatif..idenya dari mana dan lain-lain.. Sambil menjawab pertanyaan aku melihat sekeliling panggung. kursi yang disediakan panitia memang nggak penuh tapi pengunjung yang merubung banyak sekali. Terus terang saja ada perasaan lain saat duduk disitu. rasa bangga, haru dan senang bercampur aduk jadi satu. apalagi melihat banner yang terpampang besar di mana-mana dan buku yang didisplay sedemikian rupa sehingga tampak menyolok, aku betul-betul nggak menyangka...kok bisa-bisanya tulisanku dihargai seperti itu, aku juga ingat buku itu sudah terdisplay di Gramedia Java super mall Semarang dengan gagahnya. Kalau gak ada campur tangan Bose yang diatas nggak mungkinlah semua ini terjadi. matur nuwun Gusti Allah....
Cepat atau lambat, karya-karyaku yang lain akan menyusul. Aku nggak mau hanya ini saja..aku mau menciptakan yang lain yang berguna bagi sesama, entah itu hiburan, tulisan atau apa saja yang penting bisa berguna bagi sesama.

Sabtu, 15 Desember 2007

SEJENAK BERSAMA DR BEN ( Y.BENNY INDRATNO ), PENULIS NOVEL PLESETAN PERTAMA DI INDONESIA


Tidak banyak penulis novel atau karya sastra di tanah air tercinta ini yang punya profesi sebagai seorang dokter. Apalagi kalau novel yang ditulis adalah sebuah novel plesetan. dr Ben, lengkapnya dr Benny indratno penulis novel plesetan pertama (baca pertamax) di Indonesia yang berjudul KACA MATA BERLENSA CINTA. Kami beruntung bisa menemuinya karena siang itu sebenarnya dr Ben ada acara lain. Tapi Diae masih mau menemui barang sejenak untuk seekedar bertatap muka dan berwawancara. Berikut ini adalah hasil bincang-bincang dengan dokter pengagum Ir Soekarno dan Gus Dur itu disela-sela kesibukannya sebagai Residen Patologi Klinik di Fakultas kedokteran UNDIP/RS dokter Kariadi Semarang. Ayah dua anak Yudhistira dan Nalindra itu nampak santai menceritakan proses kraetifnya, pandangan hidup, obsesi dll. Berbeda dengan foto yang ada di buku dimana dia masih berambut gondhes alias gondrong ndeso, sekarang rambutnya cepak. Beberapa helai nampak sudah berubah warna seiring bertambahnya usia dan mungkin juga beban pikiran he..he... Sesekali dia membetulkan letak kacamatanya yang sudah kurang lebih 6 bulan ini menemaninya membaca tulisan dan menghitung uang hi..hi..
Selamat pagi Mas.
Selamat siang, wong sudah jam 2 begini kok dibilang pagi.
Eh iya Mas, maaf soalnya masih kelihatan pagi. Maklum lagi mendung.Nggak apa-apa kan kalau saya panggil Mas.
Nggak apa-apa. panggil Mas boleh, koh juga boleh meskipun saya bukan cino. asal jangan panggil mbak saja karena saya bukan perempuan. apalagi banci yang sering nongkrong di kampung kali.
Ha..ha...nampaknya mas suka humor ya?"
Humor itu adalah bumbunya orang hidup. Nggak ada humor hidup terasa hambar. Kamu tau nggak humor itu ada 2, humor jinak dan humor ganas..eh salah ding itu tumor ya.
Nah itu kan mulai plesetan
Siapa yang mulai plesetan?"
Lha tadi..Mas kan yang bilang humor jinak dan humor ganas.
O itu plesetan to, tak kira plesetan.
Wah piye to mas..mas..
Ha..ha..
Kami berdua tertawa. Setelah tawanya reda baru saya mulai mengajukan pertanyaan lagi.
Bisa menceritakan bagaimana proses lahirnya buku kaca mata berlensa cinta yang di baptis sebagai novel plesetan pertama di Indonesia?
Lahirnya novel itu normal-normal saja kok..nggak pakai operasi Caesar segala.
Aku serius nih mas..
Aku juga serius. Oke begini ya, novel kacamata berlensa cinta itu sebenarnya aku tulis sudah agak lama. Judul aslinya adalah Cinta pertama tak pernah mati. Cerita itu aku tulis hanya dalam waktu kurang lebih 3 minggu,,,gak ada sebulan ya, sebenarnya buku itu adalah buku kedua saya.
Kalau itu buku kedua, berarti ada buku yang pertama
Ya jelas dong. Buku saya yang pertama judulnya masih dirahasiakan. sudah diterima di sebuah penerbit di Yogya. Tapi belum diterbitkan. Mungkin tahun 2008, nunggu momen yang tepat. Ketika buku pertama saya selesai saya tulis, saya kirim ke penerbit dan langsung diterima. makanya saya bersemangat membuat buku lagi, maka jadilah kaca mata berlensa cinta itu.
Hanya dalam waktu 3 minggu saja buku itu jadi...wah cepaet banget, mas pakai teori apa?
Saya tidak tahu teori menulis
Tapi kok bisa jadi?
Saya tidak tahu, yang saya tahu saya hanya menulis dan menulis saja.
Tapi dalam menulis cerita kan harus ada kerangkan karangan, alur cerita dan lain-lain
Mungkin begitu ya, tapi semua sudah ada disini. ( sambil berkata begitu, dr Ben menunjuk kepalanya.)
Saya sudah baca bukunya beberapa kali Mas, kalau boleh tahu itu pengalaman pribadi mas ya?
Ha..ha..seorang penulis akan menulis apa yang dia tahu. lha apa yang dia tahu itu bisa dari pengalaman pribadi, pengalaman orang lain, membaca, melihat, mendengar dan lain-lain.
Mas belum menjawab pertanyaan saya.
Apa?
Itu tadi, kisah kaca mata berlensa cinta itu apakah pengalaman pribadi mas.
bisa ya bisa tidak. kan aku sudah bilang di atas.
Berarti kalau saya boleh menebak, tokoh Yonas itu adalah Mas sendiri.
Ya terserah kamu saja. kamu pernah baca Lupus nggak? apakah lupus itu mas Hilman yang nulis Lupus?
Mungkin iya mungkin juga tidak mas.
Begitu juga tokoh Yonas.
Kalau tokoh Lisa, apakah dia juga ada Mas?
Tokoh Lisa ada.
Nama aslinya Lisa?
Tidak. Ketika saya menuliskan tokoh Lisa, saya membayanglkan seseorang.tapi yang jelas namanya bukan Lisa
Pasti orangnya cantik ya mas
Yo mesti
Kalau tokoh Dito, apakah dia juga ada.
Iya, dia juga ada.
Apa harapan mas setelah terbitnya buku itu.
Harapan saya ya mestinya banyak yang beli dan dibaca. Kalau ada yang beli berarti kan saya dapat royalti he..he..ini sejujurnya lho apalagi kalau bisa cetak ulang kan lumayan. kalau jawaban yang sok idealis ya supaya buku itu bisa menjadi alternatif hiburan terutama hiburan bacaan
Mas jujur banget jawabannya.
Jujur apa? jujur kacang ijo apa jujur ayam
itu bubur, wah mulai lagi plesetannyaMas, saya mau tanya lagi, boleh kan
Boleh, tanyao sak bosenmu
Mas kan dokter, sekarang ini lagi ambil spesialisasi, bagaimana caranya membagi waktu sehingga bisa menulis buku seperti itu.
Kisah Kaca mata berlensa Cinta dan buku yang sebelumnya saya tulis itu adalah buku yang saya tulis sebelum saya melanjutkan spesialisasi. Kalau sekarang terus terang saya belum bisa menulis lagi karena konsentrasinya bergeser ke pendidikan
Tapi masih punya keinginan buat buku lagi kan Mas?
Ya jelas dong, aku masih punya beberapa draft buku yang siap dikembangkan menjadi sebuah buku yang heboh. kamu tahu, ada kenikmatan tersendiri ketika buku kita dibaca orang lain.Rasanya seperti habis mencetak gol he..he..

Rabu, 05 Desember 2007

NALINDRA WANGSA JAVANOE


Inilah anak lelakiku yang kedua.Dia lahir tepat pergantian tanggal 4 April 2007. Sewaktu lahir, beratnya lebih besar dari Yudhistira anakku yang pertama. Aku memberinya nama Nalindra Wangsa Javanoe agar kelak dia benar-benar menjadi Nalindra...minimal buat dirinya sendiri. Aku belum bisa menulis banyak tentang dia karena dia masih 8 bulan, tapi dari sorot mata dan gerak tubuhnya,aku menyimpan harapan yang besar padanya. Harapan apa? aku juga tidak bisa menuliskannya secara spesifik. Sama seperti kakaknya, aku juga menyilahkan dia untuk tumbuh sesuai dengan dirinya sendiri. Keinginanku terhadap ke dua Matahariku, Yudhistira dan Nalindra adalah semoga mereka berdua mampu menjadi kebanggaanku. Karena sekarang ini aku sedang mati-matian menjadi Bapak yang bisa dibanggakan buat mereka. Semoga !

Selasa, 04 Desember 2007

YUDHISTIRA CAKRAWARTTI


Inilah anakku yang pertama, aku beri nama dia Yudhistira Cakrawartti karena aku memang termasuk gandrung dengan cerita-cerita wayang. Dalam serial Mahabarata, Yudhistira adalah sulung dari Pandawa lima, dia anak Pandu Dewanata raja Hastinapura dengan dewi Kunti. Yudhistira adalah titisan dewa Darma, dewa kebajikan. Aku berharap dia juga mewarisi sifat-sifat dari dewa yang welas asih itu dengan menjunjung tinggi Darma. Soal dia mau jadi apa besok itu terserah dia, tapi minimal jiwanya dilandasi dengan Darma,,dengan kebajikan, menyayangi sesama manusia tanpa harus membedaka-bedakan siapa dia.Permohonanku ini aku panjatkan tiap-tiap kali aku sembahyang karena aku tahu tidak ada satupun tempat yang dapat dipakai untuk memohon kecuali dia yang maha Kuasa..Dialah asal segala asal..dialah Purwaning dumadi.
Anakku Yudhistira lahir tanggl 21 Agustus 1999, hari sabtu jam 22.50 WIB saat itu aku sedang nonton liga Ingrris di ruang bersalin rumah sakit islam sultan agung semarang.Tugasku adalah membimbingnya, memfasilitasinya agar kelak dia bisa menjadi dirinya sendiri, bukan menjadi seperti keinginanku, meskipun aku adalah Bapaknya...pengukir jiwa raganya.

Kamis, 25 Oktober 2007

MERENUNG...


Merenung merupakan kegiatan yang kadangkala kita abaikan..padahal merenung seharusnya menjadi perhatian orang-orang modern. Karena dengan merenung, kita akan banyak memetik manfaat. Salah satunya hidup lebih tertata.
Di tengah kesibukan yang kita jalani, seringkali kita lupa untuk menyisihkan waktu untuk berfikir sejenak tentang kehidupan, langkah-langkah yang sudah kita ambil dan kearah mana kita akan membawa hidup ini.
Memperoleh energi kembali.
Merenung adalah berfikir mendalam sejenak untuk menjernihkan hati dan pikiran. Merenung dapat berupa refleksi diri,introspeksi diri, menenangkan diri,pencarian suatu keputusan dan kesimpulan atau bentuk berpikir lain dalam konteks positif. Seperti Handphone yang perlu di charge. manusia juga perlu merenung untuk memperoleh energi kembali. Merenung merupakan hal yang sangat pribadi karena orang lain tidak bisa masuk kedalam pikiran atau perasaan kita. Hanya kitalah yang dapat memahaminya. Seseorang yang jarang merenung dan tidak mendengarkan suara hatinya akan kehilangan arti dari hidup ini dan akan mengalami kelumpuhan akal. Dan juga dapat mengalami kehilangan daya tahan mental maupun fisik untuk menghadapi gempuran gejolak emosi. Kita semua pasti pernah mengalami tekanan dan kegundahan dalam hidup, tetapi batin yang hampa tanpa pernah merenung akan lebih mudah tumbang karena tidak tahu pasti apa yang harus dilakukan dan dimana harus bersandar.

HIDUP BUKAN UNDIAN, JANGAN HARAPKAN HADIAH TANPA KERINGAT !!

Minggu, 14 Oktober 2007

Y. Benny Indratno Blog

Blog ini saya buat untuk ikut berpartisipasi dalam dunia per Blog an. Dengan Blog ini saya bisa menuangkan apa saja yg ada dalam benak saya.... Anda juga bisa memanfaatkan blog ini untuk bertanya, berdiskusi atau apa saja...mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi semua orang.